Bangga pada Profesi
Wah, hari ini sepertinya banyak kalimat-kalimat bberkeliaran dikepala saya hingga membuat suara saya hilang total (terus hubungannya??? #mikir).
Waktu lagi online tadi di sosmed (baca : twitter), saya terkagum-kagum dengan salah satu tweet dari seorang cewek yang saya tidak kenal. Tapi, dari tweetnya saya bisa tahu kalau dia itu kuliah dijurusan Kedokteran Hewan. Ini tweetnya ::
Lihat, dari tweetnya ada beberapa hal yang bisa disimpulkan.
Pertama, seperti yang sudah saya bilang kalau saudari Dyah pasti kuliah dijurusan Kedokteran Hewan.
Kedua, dia begitu bangga dengan profesi Dokter Hewan dan pastinya sebagai mahasiswa calon Dokter Hewan.
Kenapa jadi omongin tentang tweetnya Dyah ya? Hm, karena saya juga kuliah dijurusan Kedokteran Hewan dan saya bangga sekali akan profesi Dokter Hewan.
Sayangnya, di daerah saya (Kupang), profesi Dokter Hewan belum terlalu banyak dikenal masyarakat. Saya punya pengalaman yang agak miris. Tiap kali ketemu orang dan diajak ngobrol, pasti saya ditanya kuliah dimana. Respon mereka bermacam-macam. Ada yang bilang 'Oh, sudah ada Kedokteran Hewan di Kupang?', ada yang bilang 'Oh, Dokter hewan' dengan muka datar dan ada yang dengan antusiasnya minta untuk langsung melihat anjing atau kucing piaraannya atau ternak mereka.
Yah, begitulah. Kita tidak bisa memaksa mereka untuk harus tahu apa dan bagaimana Dokter Hewan itu. Seperti yang orang terdekat saya bilang, kalau kita mau dikenal harus dari kita sendiri yang memulai.
Setelah 3 tahun kuliah di Kedokteran Hewan, pandangan saya dokter untuk manusia dan dokter hewan tidak terlalu banyak perbedaannya, yah tapi objek atau pasiennya pasti beda. Kalau di kedokteran hewan, piaraan yang dibawa itu namanya pasien dan pemiliknya disebut klien.
Dokter hewan itu profesi yang membanggakan. Kenapa saya bilang begitu?
Karena dokter hewan itu sangat pintar memahami pasiennya. Pasiennya tidak bisa bicara atau menjawab pertanyaan dokter hewan loh waktu anmnesis atau pencatatan riwayat penyakit.Yang dipelajari juga sangat banyak. Mulai dari banyaknya osteon atau tulang plus teman-temannya (musculus, nervus, aesthesio, pembuluh darah) yang beragam dari berbagai jenis hewan, ribuan spesies hewan, beragam penyakit dengan gejala klinis yang bermacam-macam, banyaknya obat dan vaksin. Selain itu juga dokter hewan belajar bagaimana membuat hewan bisa sehat sehingga tidak menyebabkan penyakit ke manusia atau istilahnya zoonosis (penyakit yang menular dari hewan ke manusia atau sebaliknya). Apalagi manusia merupakan 'cul-de-sac' atau agent terakhir dari penyakit yang menginfeksi. Hal ini dipelajari pada zoonosis dan juga kesmavet atau kesehatan masyarakat veteriner.
Banyak bidang yang memerlukan tenaga medis dari dokter hewan itu sendiri. Dimulai dari menyembuhkan penyakit hewan, pemeriksaan daging segar sebelum dijual-belikan secara bebas di pasar, karantina hewan, kebun binatang, tenaga ahli laboratorium untuk penggunaan hewan coba agar sesuai dengan Animal Welfare (kesejahteraan hewan), pengawas peternakan dan masih banyak lagi.
Nah, oleh karena itu saya bangga kuliah di jurusan Kedokteran Hewan. Saya tidak hanya menyelamatkan hewan saja, tapi juga manusia lewat kesehatan hewan :)
Waktu lagi online tadi di sosmed (baca : twitter), saya terkagum-kagum dengan salah satu tweet dari seorang cewek yang saya tidak kenal. Tapi, dari tweetnya saya bisa tahu kalau dia itu kuliah dijurusan Kedokteran Hewan. Ini tweetnya ::
Lihat, dari tweetnya ada beberapa hal yang bisa disimpulkan.
Pertama, seperti yang sudah saya bilang kalau saudari Dyah pasti kuliah dijurusan Kedokteran Hewan.
Kedua, dia begitu bangga dengan profesi Dokter Hewan dan pastinya sebagai mahasiswa calon Dokter Hewan.
Kenapa jadi omongin tentang tweetnya Dyah ya? Hm, karena saya juga kuliah dijurusan Kedokteran Hewan dan saya bangga sekali akan profesi Dokter Hewan.
Sayangnya, di daerah saya (Kupang), profesi Dokter Hewan belum terlalu banyak dikenal masyarakat. Saya punya pengalaman yang agak miris. Tiap kali ketemu orang dan diajak ngobrol, pasti saya ditanya kuliah dimana. Respon mereka bermacam-macam. Ada yang bilang 'Oh, sudah ada Kedokteran Hewan di Kupang?', ada yang bilang 'Oh, Dokter hewan' dengan muka datar dan ada yang dengan antusiasnya minta untuk langsung melihat anjing atau kucing piaraannya atau ternak mereka.
Yah, begitulah. Kita tidak bisa memaksa mereka untuk harus tahu apa dan bagaimana Dokter Hewan itu. Seperti yang orang terdekat saya bilang, kalau kita mau dikenal harus dari kita sendiri yang memulai.
Setelah 3 tahun kuliah di Kedokteran Hewan, pandangan saya dokter untuk manusia dan dokter hewan tidak terlalu banyak perbedaannya, yah tapi objek atau pasiennya pasti beda. Kalau di kedokteran hewan, piaraan yang dibawa itu namanya pasien dan pemiliknya disebut klien.
Dokter hewan itu profesi yang membanggakan. Kenapa saya bilang begitu?
Karena dokter hewan itu sangat pintar memahami pasiennya. Pasiennya tidak bisa bicara atau menjawab pertanyaan dokter hewan loh waktu anmnesis atau pencatatan riwayat penyakit.Yang dipelajari juga sangat banyak. Mulai dari banyaknya osteon atau tulang plus teman-temannya (musculus, nervus, aesthesio, pembuluh darah) yang beragam dari berbagai jenis hewan, ribuan spesies hewan, beragam penyakit dengan gejala klinis yang bermacam-macam, banyaknya obat dan vaksin. Selain itu juga dokter hewan belajar bagaimana membuat hewan bisa sehat sehingga tidak menyebabkan penyakit ke manusia atau istilahnya zoonosis (penyakit yang menular dari hewan ke manusia atau sebaliknya). Apalagi manusia merupakan 'cul-de-sac' atau agent terakhir dari penyakit yang menginfeksi. Hal ini dipelajari pada zoonosis dan juga kesmavet atau kesehatan masyarakat veteriner.
Banyak bidang yang memerlukan tenaga medis dari dokter hewan itu sendiri. Dimulai dari menyembuhkan penyakit hewan, pemeriksaan daging segar sebelum dijual-belikan secara bebas di pasar, karantina hewan, kebun binatang, tenaga ahli laboratorium untuk penggunaan hewan coba agar sesuai dengan Animal Welfare (kesejahteraan hewan), pengawas peternakan dan masih banyak lagi.
Nah, oleh karena itu saya bangga kuliah di jurusan Kedokteran Hewan. Saya tidak hanya menyelamatkan hewan saja, tapi juga manusia lewat kesehatan hewan :)
Komentar