(bukan) curhatan
'Maaf, kita sudah tidak cocok lagi'
Kalimat di atas terasa familiar? Atau mungkin pernah jadi objek yang menerima kalimat itu atau bahkan yang mengatakan kalimat tersebut.
Sakit hati? yeah, dengan pastinya saya akan bilang SANGAT. Mungkin terasa pedas jawaban saya, tapi saya rasa tidak sepedas kalimat di atas.
Yah, seperti yang orang bilang kalau CINTA itu bisa buat kita jadi 'gila'. Kalau jatuh cinta pasti kerjaannya happy terus, kalau putus cinta yang ada galau dan ujung-ujungnya susah move on. Apalagi yang cintanya dipermainkan, wah bisa-bisa dendam kesumat dan pengen di santet tuh orang.
Ah sudahlah.. intinya malam ini saya bingung mau 'lampiaskan' ke mana. Saya sudah cukup lelah senyum terus, menangis dan bilang 'ayolah, kamu bisa'. Sudah cukup kayaknya. Kalau mau memperlakukan saya biar tidak sakit hati bukan begitu caranya, karena dengan cara ini lebih buat saya sakit dan jatuh lebih ke dalam. Syukurlah ayat dari Alkitab yang di'sodorin Rara via twitter tadi sedikit menguatkan saya ( Yesaya 43:18-19). Dan syukurnya lagi saya punya Arystha yang 'always listening my story'. Maaf yah kalau sampai bosan dengar itu.
Kayaknya cerita ini sudah tidak jelas lagi hubungannya. Mari kembali berkonsentrasi pada hal yang lebih penting saja.
Kalimat di atas terasa familiar? Atau mungkin pernah jadi objek yang menerima kalimat itu atau bahkan yang mengatakan kalimat tersebut.
Sakit hati? yeah, dengan pastinya saya akan bilang SANGAT. Mungkin terasa pedas jawaban saya, tapi saya rasa tidak sepedas kalimat di atas.
Yah, seperti yang orang bilang kalau CINTA itu bisa buat kita jadi 'gila'. Kalau jatuh cinta pasti kerjaannya happy terus, kalau putus cinta yang ada galau dan ujung-ujungnya susah move on. Apalagi yang cintanya dipermainkan, wah bisa-bisa dendam kesumat dan pengen di santet tuh orang.
Ah sudahlah.. intinya malam ini saya bingung mau 'lampiaskan' ke mana. Saya sudah cukup lelah senyum terus, menangis dan bilang 'ayolah, kamu bisa'. Sudah cukup kayaknya. Kalau mau memperlakukan saya biar tidak sakit hati bukan begitu caranya, karena dengan cara ini lebih buat saya sakit dan jatuh lebih ke dalam. Syukurlah ayat dari Alkitab yang di'sodorin Rara via twitter tadi sedikit menguatkan saya ( Yesaya 43:18-19). Dan syukurnya lagi saya punya Arystha yang 'always listening my story'. Maaf yah kalau sampai bosan dengar itu.
Kayaknya cerita ini sudah tidak jelas lagi hubungannya. Mari kembali berkonsentrasi pada hal yang lebih penting saja.
Komentar