AIDS dan pacar
Hari ini di BBM saya ada yang ngechat buat invite PIN Komisi Penanggulangan HIV dan AIDS. Katanya ada perbincangan seru dengan judul : bagaimana sikap anda jika ternyata pacar anda menderita AIDS?
Wah, karena tertarik dengan pertanyaan di atas maka saya pun langsung invite dan share jawaban saya.
Setelah chat selesai ternyata dari Komisi Penanggulan HIV dan AIDS melakukan siaran radio Internasional dengan pemerintahan Timor Leste membahas tentang pencegahan HIV/AIDS. Plusnya setiap komentar dari teman-teman di BBM tentang pertanyaan di atas juga dibahas tetapi tanpa menyebutkan nama dan isi detail jawaban. Ternyata dari komentar yang cuma 3 orang yang mau tetap menikah dengan penderita HIV/AIDS.
Pasti teman-teman penasaran jawaban apa yang saya berikan atas pertanyaan tersebut. Nih saya kasih bocoran jawaban saya :
" Sikap saya ada terbagi 2 hehe sikap pada diri saya sendri dan sikap saya pada dia. Kalau pada pacar saya jujur akan kaget untuk pertama kalinya ketika tahu, tapi saya tidak akan menjauhi dia. Saya bersyukur karena saya sebelumnya sudah mendapatkan pendidikan baik dari internet dan seminar atau dari teman yg menjelskan tentang bagaimna HIV/AIDS itu dan penularan serta pengobatan dan pencegahan. Karena hal tersebut makanya saya berpikir untuk tidak menjauhi dia tetapi akan saya sarankan untuk mengikuti pengobatan dan menjauhkan diri dari sex bebas. Saya rasa perlu juga dia mengikuti semacam konseling untuk menceritakan asal muasal dia bisa terkena. Saya juga akan memberikan support. Karena melihat beberapa tanggapan orang tentang HIV/AIDS yang salah membuat penderitanya merasa diasingkan dari pergaulan jadi motivasi dan supportlah yang akan saya berikan kepada pacar saya tentu saja dengn doa. Intinya menjaga dia dari segala hal dan pengaruh buruk baik fisik maupun psikis. Nah untuk sikap terhadap diri saya sendiri adalah ikt melakukan tes pemeriksaan HIV/AIDS jika selama pacaran ternyata saya pernah berhubungan sex dgn dia. Tetapi jka selama pacaran saya tidak pernah melakukan hal tersebut maka saya harus menghindari hubungan tersebut selama pacaran dengan dia. Demikian. Hehehe"
Kemudian saya ditanya nih apakah akan tetap lanjut pacaran atau tidak. Dan ini jawaban saya :
"Lanjut saja. Asalkan menjauhkan diri dari hal yg dapat menularkan virus tersebut seperti sex. Karena belum tahu akhir dari masa pacaran ini kami mau menikah atau tidak, saya pikir lanjut pacaran saja. Saya yakin kalau misalnya dia rajin minum obat bisa 'menyembuhkan'. Waktu itu om A (nama saya samarkan) pernah bawa materi tentag AIDS di fakultas saya dan membawa salah satu ODHA. ODHAnya cerita kalau dia sudah punya istri dan anak malah tapi syukurlah karena sering periksa dan konsumsi obat anaknya negatif HIV/AIDS hehehe"
Adminnya juga menjelaskan maksud darin'kesembuhan' bagi penderita AIDS dan kenapa ODHA yang diatas bisa punya anak negatif.
Gini nih kata adminnya :
" Odha tetap memiliki virus dalam tubuh.. Tidak hilang sama sekali..tapi jumlah virusnya bisa dikendalikan :) kalo jumlah virus sedikit risiko penularan juga rendah"
" Jadi konsep sembuh tidak berarti hilang virusnya..tapi tekan jumlah virus".
Jadi demikianlah pelajaran penting yang saya dapat hari ini. Maksud saya meng-share hal ini karena saya mau teman-teman berpikiran positif untuk saudara-saudara kita yang terinfeksi. Yah, mereka mungkin telah melakukan kesalahan dan dosa (mungkin) yang membuat mereka seperti itu TAPI tanpa support dan doa kita buat mereka tidak akan membuat mereka 'sembuh' dan kembali ke jalan yang benar. Jadi ayo kita dukung pencegahan HIV/AIDS dan ketekunan dari ODHA buat 'sembuh' ☺
Kalau anda mendapat pertanyaan seperti itu, apa jawaban anda?? ☺
Komentar