Cinta itu Rumit


Cinta itu rumit. Yah, sangat rumit menurut saya. Kenapa begitu? Saya juga tidak tahu kenapa saya bisa berpikir begitu. Oh, tenang saja saya bukan mau menulis tentang hal yang membingungkan.
Tanggal 16 Februari 2013 lalu saya dan teman saya, Dwi namanya mengikuti ibadat PMK (Persekutuan Mahasiswa Kristen) di salah satu tetangga di kampus saya. Sangat seru dan itu merupakan pengalaman pertama saya beribadat dengan teman-teman yang bukan satu fakultas dengan saya. Awalnya cukup merasa asing tapi saya sedikit lega dengan perasaan saya itu ketika MC atau bisa disebut juga WL (worship leader) mengatakan bahwa untuk saudara-saudara yang baru bergabung untuk tidak merasa asing. Puji Tuhan, luar biasa. Walaupun teman-teman yang hadir tidak membludak tetap saja ibadat itu bisa kami jalani dengan sangat hikmatnya.
Ibadat hari itu sedikit berbeda dengan biasanya, yah walaupun saya baru pertama kali ikut ibadat di tempat itu. Yang berbeda menurut saya adalah temanya. Yah, sedikit berhubungan dengan cinta. Temanya itu seingat saya adalah ‘Dia, Kehendakku atau KehendakMU?’. Wuih, dahsyat kan. Jadi bagi teman-teman Kristen yang jomblo dan lagi mencari pacar atau pasangan hidup harusnya ikut ibadat ini. Hehehe…
Yang menjadi pembicara dalam ibadat waktu itu adalah Ka Dance, biasa beliau dipanggil begitu. Kesan awal saya melihat beliau adalah beliau orang yang serius dan saya sedikit takut untuk bisa mengakrabkan diri. Tapi tahukah saudara-saudara (ah, lebay nih tata) kesan saya itu berbalik menyerang saya 10000%. Beliau sangat amat humoris dan sialnya lagi saya tidak bisa menahan tawa saya yang kalau dilepas begitu saja bisa membuat orang yang berada dalam ruangan dengan saya kabur plus gedung tempat ibadat akan luluh lantak hancur berantakan. Khotbah yang dibawakan sangat menarik minat saya. Yah, mulai dari pandangan tentang apa itu cinta, jenis-jenis cinta dimana ada yang filia, eros, agape, tentang pacaran, pasangan yang baik, dan segala hal yang berhubungan dengan cinta sampai mengenai seks.
Setelah saya mendengar khotbah tersebut saya baru sadar bahwa untuk mencari pasangan hidup atau pacar sesuai dengan kehendak saya dan terutama kehendak Tuhan itu susah karena manusia sendiri sangat dengan mudahnya terjerat nafsu belaka, saya juga sadar bahwa istilah pacaran itu tidak ada dalam Alkitab (sebenarnya saya sudah sadar tentang ini dari lama, tapi lebih sadar lagi maksudnya) dan jika kita berpacaran yah itu hanya untuk dibawa ke jenjang pernikahan saja dan yang terakhir tentu saja TAHU DIRI, TAHU WAKTU dan TAHU TEMPAT.
Dalam berpacaran ketiga TAHU tersebut harus selalu kita prioritaskan tapi tetap yang paling prioritas di atas prioritas adalah TUHAN ALLAH.
-          TAHU DIRI. Contohnya jika bertemu dengan pacar jangan menggunakan pakaian yang bisa mengundang pacar mu untuk membuat hal yang seharusnya tidak dilakukan. Yah, tahulah seperti celana yang terlalu amat sangat pendek (atau di daerah saya orang menyebutnya celana umpan) dan baju bertali satu yang ngepres minta ampun. Tahukah kamu kalau pakaian itu bisa berbicara “sentuhlah aku, peluk aku, dll” alias mengundang nafsu! Jadi saya sarankan berpakaian yang wajarlah saat bertemu dengan sang kekasih hati.
-          TAHU WAKTU. Kalau ini pasti mengerti. Ya ialah, masa ketemuan sama pacar jam 3 hampir pagi? Yah, kecuali dalam situasi mendesak bisa di tolerir sih, seperti tiba-tiba dia kejang-kejang dan harus ke rumahnya untuk melihat dan membawanya ke rumah sakit jiwa (hapus sendiri kata “jiwa”).
-          TAHU TEMPAT. Pacaran yang baik itu adalah pacaran di gereja (hahaha bercanda doang). Maksudnya pacaran yang baik itu adalah jangan di tempat yang gelap gulita atau di bawah pohon-pohon besar, atau di dalam gua, atau di semak-semak berduri karena apa? Karena disitu banyak ULAR! Yah, bukan hanya itu saja tapi  banyak setan yang bisa jadi penggoda.

Selain ketiga TAHU di atas, tentunya adalah mencari pasangan hidup atau pacar yang ‘SEIMBANG’ dalam artian sama-sama percaya pada YESUS KRISTUS, yang selalu mengingatkanmu untuk berdoa dan ke gereja bukannya malah mengajakmu ke pantai atau HUTAN!!! Bersyukurlah kalau sudah mendapatkan pasangan yang seperti itu, dan saya pun berharap saya akan menemui pasangan yang seperti itu. Amien J

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sikap di awal April

Sasimhi sushi simelekeme

Jurnal Ilmiah, Apaan Tuh?