Kita Bertemu Lagi
Tadi saya bertemu dengan dia
lagi. Hm, tapi lebih tepatnya kami secara tidak sengaja bertemu lagi dan saya
sendiri tidak tahu apakah dia melihat saya atau tidak sama sekali atau mungkin
sengaja tidak melihat saya. Sudah tiga kali, denga secara tidak sengaja saya
melihatnya. Dan itu membuat saya semakin susah untuk bisa melupakannya. Jadi
semakin merindukannya.
Ajaibnya, sebelum saya secara
tidak sengaja bertemu dengan dia, saya selalu merasa bahwa sebentar lagi atau
hari itu pasti saya akan bertemu atau melihat dia. Dan benar! Sudah tiga kali
perasaan saya bilang begitu dan saya betul-betul bertemu dengan dia. Saya tidak
tahu apakah ini hanya kebetulan belaka atau apa. Tapi itu membuat saya semakin
merindukan sosoknya yang dulu. Dia seperti jadi orang asing bagi saya sekarang,
seperti ada yang hilang bahkan banyak yang hilang dari dia.
Untuk ketiga kalinya saya
melihatnya bersama saudaranya di saat saya akan ke rumah tante saya. Saya tidur
dari sore saya pulang kampus hingga malam kira-kira jam 9. Kalau tidak saya
mungkin sudah tidur sampai keesokan paginya lagi, untung kakak nona disebelah
kamar saya mengetuk pintu kamar saya karena mengira sakit saya semakin parah.
Setelah bangun ada 10 pesan dan 5 panggilan tak terjawab. Itu dari tante dan
teman saya yang rupanya sudah menunggu dari tadi di pagar depan kosan untuk
mengambil ransel saya. Tante saya sakit parah dan malam itu juga saya harus
segera kesana karena cuma ada adik laki-laki saya yang SMP yang ada bersama
tante saya waktu itu. Dengan memanfaatkan teman saya yang tadi datang meminjam
ransel saya, kami pun berangkat ke rumah tante saya yang jaraknya lumayan jauh
dari kosan.
Nah, saat itulah saya bertemu
dengan dia. Dia masih seperti yang dulu, hanya sikap yang berubah. Saya semakin
seperti orang asing. Hm, cuma berharap semuanya akan baik-baik saja. Saya jadi
ingat apa kata tante saya barusan, katanya kalau jodoh tidak akan kemana.
Mudah-mudahan dia jodoh saya. Hahhaha..aduh aduh..
23:56
Komentar