Aksi 1000 Lilin (Pray for NTT)



Pasti ada beberapa yang sudah tahu tujuan dari adanya aksi 1000 lilin (pray for NTT).
Yah, beberapa hari ini sedang marak-maraknya kasus penembakan 4 orang warga NTT yyang berada di jogyakarta yang diduga dilakukan oleh Kopasus. Sangat miris melihat hal keji seperti itu terjadi di Indonesia yang disebut juga sebagai negara hukum.
Ketika pertama kali saya membaca kasus ini di media sosial, saya seperti merasa kembali ke masa pemerintahan Soeharto, merasa seperti kembali ke masa di mana PKI berjaya.Bayangkan saja, penyerangan ini terjadi di Lapas, yang menurut saya ada standar atau sistem keamanan yang sudah diatur sedemikian rupa. Tapi kenapa bisa terjadi hal seperti itu?
Wah, berita dan pendapat serta cerita-cerita yang saya dengar juga random. Banyak yang berbeda ceritanya. Waktu online di salah satu media sosial, saya melihat ada yang berkomentar kalau ke 4 orang itu salah. Jadi, waktu tadi saya keluar dengan teman saya, saya bilang kalau ke 4 orang NTT itu salah makanya mereka ditembak dan menurut saya nyawa diganti dengan nyawa. Yah, mereka dimasukkan ke penjara akibat pemukulan anggota kopasus hingga meninggal dunia.
Tapi teman saya malah bilang kalau itu salah. Saya tanya, darimana dia bisa tahu?
Ceritalah dia ke saya kalau tadi pagi waktu ke gereja, Pendeta di gereja itu sempat menyinggung hal ini. Beliau bilang kalau ke 4 orang ini sebenarnya belum benar-benar disahkan menjadi tersangka pembunuhan anggota kopasus tersebut. Waktu kejadian mereka juga kebetulan ada disitu dan anggota kopasus itu sendiri dikeroyok jadi tidak tahu siapa pelaku sebenarnya. Karena yang lainnya melarikan diri dan tinggal mereka disitu maka merekalah yang dibawa untuk diperiksa lebih lanjut lagi. Dari cerita teman saya itu, saya jadi sedikit lebih mengerti.
Namun, ada yang masih mengganjal di otak saya. Di sosial media tadi juga dikatakan kalau mereka dipindahkan ke Lapas Sleman. Dipindahkan dengan alasan bahwa atapnya berlubang jadi tidak memungkinkan, sehingga tempat sebelumnya sengaja menggunakan alasan tersebut karena takut diserang akibat adanya ke 4 orang tersebut seperti kasus penyerangan kantor polisi di Ambon atau dimana waktu itu yang ada diberita. Saya katakan juga ini ke teman saya, dan dia bilang bukanbegitu ceritanya. Katanya tempat tersebut memang dalam tahap renovasi sehingga ke 4 orang tersebut dipindahkan untuk sementara waktu kesana. Hmm, banyak sekali versi ceritanya.Setelah dipindahkan itulah yang akhirnya terjadi tragedi penembakan itu. Kasihan sekali.

Ah, saya tidak mau ceritakan lanjut lagi apa yang terjadi selanjutnya. Intinya ke 4 orang tersebut sudah dipanggil ke hadapan Bapa di Sorga. Yah, sekarang kita cuma bisa mendoakan agar kasusnya dapat diselesaikan dan tidak menggantung. Semoga pemerintah bisa memberi perhatian khusus ada kejadian ini. Bukan apa-apa, tapi secara tidak langsung akibat banyak cerita yang random dan kejadian yang melibatkan dua daeraj yang berbeda ini bisa menjadi pemicu SARA. Untuk masyarakat dari kedua daerah diharapkan untuk tidak menanggapinya dengan emosi diluar batas atau diluar kontrol.

Aksi 1000 lilin sendiri merupakan wujud kepedulian dari masyarakat NTT atau bukan masyarakat NTT yang berada di pulau Jawa terhadap kematian 4 orang warga NTT. Pelaksaannya di bundaran HI-Jakarta pukul 16.30 WIB tadi.

Pray for NTT


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sikap di awal April

Sasimhi sushi simelekeme

Jurnal Ilmiah, Apaan Tuh?