Dari Topografi hingga Prasitologi
Wah, lama tak berjumpa dengan Boogie :)
Yah, hari senin dan kamis adalah jadwal terpadat saya dari semua list kuliah yang ada. Dikedua hari itu, saya memiliki 4 mata kuliah yang harus diikuti dengan jeda waktu antar keempat mata kuliah tersebut cuma 15 menit. Memang berat, tapi mau bagaimana lagi, semuanya harus saya jalani.
Hari ini diawalai dengan Topografi. Saya dan teman-teman yang mengambil mata kuliah ini belajar tentang osteon, otot, nervus, arteri, vena, organ dalam digabung menjadi satu kesatuan dan hubungan antar semuanya itu hingga bisa 'bergerak' atau bisa bekerjanya bagaimana. Bisa dibayangkan betapa ribetnya itu? Apalagi harus mempelajari disemua hewan. Dan hari ini kami belajar Topografi pada anjing. Kuliah hari ini saya tidak ada konsentrasi sama sekali.
Alasannya karena saya duduk paling sangat belakang. Banyak resiko jika mendapat tempat duduk paling belakang. Pertama, suara dosen tidak terdengar jelas dan dokter yang mengajar suaranya lumayan halus plus ditutupi oleh suara genset di luar. Kedua, mahasiswa yang duduk di belakang itu cuma untuk bercerita atau lebih tepatnya hobby bercerita. Alhasil kamu akan lebih 'tertarik' untuk mendengar cerita mereka dibandingkan 'cerita' dosen di depan.
Setelah selesai topografi, saya langsung lanjut dengan kuliah reproduksi. Hari ini membahas mengenai siklus estrus. Dilihat dari judul kuliah dan dari kepribadian saya yang sangat tertarik dengan hal-hal seperti itu (dalam kuliah loh, bukan hal lain) bisa dipastikan akan sangat luar biasa tertarik mengikutinya. Tapi anggapan itu salah besar. Karena lagi-lagi saya duduk di belakang. Selain itu faktor pendukung lainnya adalah listrik yang padam dari pagi sehingga materi dosen tidak bisa ditayangkan. Itu membuat saya bertambah bosan. Akhir cerita dari kuliah reproduksi adalah saya dan teman saya ejek-ejekan dengan bahasa reproduksi. Untuk hal ini, saya rasa tidak perlu saya cantumkan seperti apa ejek-ejekan kami karena terlalu 'porno' mungkin, yah tapi tidak seperti makianlah. Lebih ke ilmiah.
Selesai reproduksi saya lanjut ke kuliah Ilmu Penyakit Dalam Hewan Besar. Hari ini lebih tepatnya kami berdiskusi. Jadi di dalam kelas, kami dibagi dalam dua kelompok besar yang masing-masing akan mempresentasikan makalah dengan pembahasan yang berbeda-beda. Untuk mata kuliah ini saya sangat bersemangat. Hal-hal yang berbau diskusi atau debat paling saya sukai. Wah, seru sekali kami tadi. Saling menyerang dengan pertanyaan. Intinya, kelompok yang tidak bisa menjawab pertanyaan dari penanya maka mau tidak mau pertanyaan itu harus dijadikan tugas dan wajib dikumpulkan minggu depan.
Ah, terakhir adalah parasitologi. Ini praktikum. Kamu melihat bentuk-bentuk preparat cacing yang makros-nya bukan mikros. Wah, cacing yang kami lihat tadi itu adalah cacing yang ada ditubuh manusia a.k.a bersifat zoonosis. Kamu akan sangat terkejut ketika melihat cacing selebar setengah jarimu panjangnya dan bisa sangat panjang berada di dalam usus, hati, lambung dan di organ tubuh lainnya. Sangat mengerikan. Saran saya sih, jangan makan daging yang tidak dimasak dengan matang alias masih mentah karena distiu banyak parasit yang bisa masuk dalam tubuh dan menyebabkan infeksi.
Itulah mata kuliah yang harus saya lewati hari ini. Lumayan berat tapi mau tidak mau harus dijalani.
Yah, hari senin dan kamis adalah jadwal terpadat saya dari semua list kuliah yang ada. Dikedua hari itu, saya memiliki 4 mata kuliah yang harus diikuti dengan jeda waktu antar keempat mata kuliah tersebut cuma 15 menit. Memang berat, tapi mau bagaimana lagi, semuanya harus saya jalani.
Hari ini diawalai dengan Topografi. Saya dan teman-teman yang mengambil mata kuliah ini belajar tentang osteon, otot, nervus, arteri, vena, organ dalam digabung menjadi satu kesatuan dan hubungan antar semuanya itu hingga bisa 'bergerak' atau bisa bekerjanya bagaimana. Bisa dibayangkan betapa ribetnya itu? Apalagi harus mempelajari disemua hewan. Dan hari ini kami belajar Topografi pada anjing. Kuliah hari ini saya tidak ada konsentrasi sama sekali.
Alasannya karena saya duduk paling sangat belakang. Banyak resiko jika mendapat tempat duduk paling belakang. Pertama, suara dosen tidak terdengar jelas dan dokter yang mengajar suaranya lumayan halus plus ditutupi oleh suara genset di luar. Kedua, mahasiswa yang duduk di belakang itu cuma untuk bercerita atau lebih tepatnya hobby bercerita. Alhasil kamu akan lebih 'tertarik' untuk mendengar cerita mereka dibandingkan 'cerita' dosen di depan.
Setelah selesai topografi, saya langsung lanjut dengan kuliah reproduksi. Hari ini membahas mengenai siklus estrus. Dilihat dari judul kuliah dan dari kepribadian saya yang sangat tertarik dengan hal-hal seperti itu (dalam kuliah loh, bukan hal lain) bisa dipastikan akan sangat luar biasa tertarik mengikutinya. Tapi anggapan itu salah besar. Karena lagi-lagi saya duduk di belakang. Selain itu faktor pendukung lainnya adalah listrik yang padam dari pagi sehingga materi dosen tidak bisa ditayangkan. Itu membuat saya bertambah bosan. Akhir cerita dari kuliah reproduksi adalah saya dan teman saya ejek-ejekan dengan bahasa reproduksi. Untuk hal ini, saya rasa tidak perlu saya cantumkan seperti apa ejek-ejekan kami karena terlalu 'porno' mungkin, yah tapi tidak seperti makianlah. Lebih ke ilmiah.
Selesai reproduksi saya lanjut ke kuliah Ilmu Penyakit Dalam Hewan Besar. Hari ini lebih tepatnya kami berdiskusi. Jadi di dalam kelas, kami dibagi dalam dua kelompok besar yang masing-masing akan mempresentasikan makalah dengan pembahasan yang berbeda-beda. Untuk mata kuliah ini saya sangat bersemangat. Hal-hal yang berbau diskusi atau debat paling saya sukai. Wah, seru sekali kami tadi. Saling menyerang dengan pertanyaan. Intinya, kelompok yang tidak bisa menjawab pertanyaan dari penanya maka mau tidak mau pertanyaan itu harus dijadikan tugas dan wajib dikumpulkan minggu depan.
Ah, terakhir adalah parasitologi. Ini praktikum. Kamu melihat bentuk-bentuk preparat cacing yang makros-nya bukan mikros. Wah, cacing yang kami lihat tadi itu adalah cacing yang ada ditubuh manusia a.k.a bersifat zoonosis. Kamu akan sangat terkejut ketika melihat cacing selebar setengah jarimu panjangnya dan bisa sangat panjang berada di dalam usus, hati, lambung dan di organ tubuh lainnya. Sangat mengerikan. Saran saya sih, jangan makan daging yang tidak dimasak dengan matang alias masih mentah karena distiu banyak parasit yang bisa masuk dalam tubuh dan menyebabkan infeksi.
Itulah mata kuliah yang harus saya lewati hari ini. Lumayan berat tapi mau tidak mau harus dijalani.
Komentar