Gerbang 'Amnesia'

Langkahku sudah hampir mencapai gerbang 'Amnesia'. 
Semua memori di sel-sel otakku sudah ku lepaskan, sinaps yang menghubungkan ke lobus-lobus hatiku sudah ku enyahkan.
Namun, ketika 1 ayunan os digit terakhir, sebuah kabar datang darimu dibawa hembusan angin. 
Otak yang sudah beratrofi mulai berpikir keras. 
Ah, sel-sel darahku berakumulasi membentuk sebuah edema hebat disekujur tubuhku.
Strabismus mata ini, paralisis tubuh ini ketika pupil mata menangkap tulisan itu dan menghantar lewat neuron ke hipothalamus.
Aku berhenti. 
Berhenti di gerbang itu. 
Bukan karena tak ingin atau ingin berbalik, tapi karena waktu yang sudah tak berdentang lagi. 
Karena algor dan rigor mortis. 
Yah, mati.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sikap di awal April

Sasimhi sushi simelekeme

Jurnal Ilmiah, Apaan Tuh?