Komitmen
Pernah berkomitmen? Saya pernah
dan sering malah. Tapi sayangnya, ada satu komitmen saya yang sampai saat ini
belum bisa saya tepati. Sangat susah untuk saya jalani. Ketika ada seseorang
yang datang dalam hidupmu dan masuk terlalu dalam, memberikan semua kenyamanannya
untukmu. Bahkan kamu tak pernah sungkan untuk menangis didepannya, itu adalah
sesuatu yang luar biasa dan tidak mudah kamu temukan.
Yah, tidak mudah kamu temukan
namun dengan mudahnya pergi begitu saja dari hidupmu. Kesepian itu merasuk
sampai ke sumsum tulang, membuat semua sel-sel dalam tubuh mengalami nekrosis.
Kalaupun bilang sekarang sudah ‘baik’, sebenarnya itu cuma kamuflase untuk
menutupi bulir-bulir air yang rasanya asin dibibir.
Ah, saya jadi kelihatan cengeng
sekarang. Saya cuma merindukan apa yang dulu terjadi. Setiap detik semakin jauh
jarak terbentang. Saya tidak mau berbalik ke belakang, saya tidak mau mengejar,
saya seperti lelah dan seperti ada gema dalam rongga otak ini yang mengatakan
cukup.
Komentar