Pagi Ini, Pagi Sempurna
Ini pagi yang luar biasa menurut
saya, tapi bukan berarti pagi-pagi yang lalu tidak luar biasa. Yah, kalau
dipersentasekan, pagi ini kadar luar biasanya lebih 50% disbanding pagi-pagi
saya yang kemarin.
Kenapa luar biasa? Karena saya
bangun pagi-pagi sekali (walaupun hari ini tidak ada kuliah), saya bangun
dengan sehat sekali, bisa melihat matahari terbit dengan indahnya, sejuknya
udara pagi kota Kupang, banyaknya burung-burung kecil di depan teras kamar saya
(yang ini betulan loh), ada pesan singkat dari seseorang dan saya pergi ke
pasar!!! Tapi dari semua itu pastinya hanya karena nafas kehidupan yang masih
Tuhan beri buat saya (anak rohis .. hihihi)
Nah, saya akan menceritakan
bagaimana saya membolang tadi di pasar dengan teman saya. Sudah sekian lama
saya tidak pernah ke pasar apalagi pagi-pagi (kecuali jika mama saya dating ke
kosan saya). Wah, kalau bicara tentang pasar pasti banyak yang membayangkan
kalau pasar itu penuh dengan bebauan dari segala macam yang ada, becek dan
kotor. Tapi pasar yang saya datangi ini tidak seperti itu. Namanya PASAR
OESAPA, karena letaknya di tempat yang namanya Oesapa. Pasarnya bersih dan
kerennya lagi orang-orang yang berjualan dipasar ini jualannya di pinggir
pantai. Jadi sambil belanja kita bisa menikmati panorama pantai yang ada di
situ.
Ih, jualan di pinggir pantai
bukannya nanti pantainya kotor? SALAH! Pantainya bersih. Di kawasan sekitar pantai
yang dijadikan pasar itu bersih apalagi di dekat situ sudah ada tempat wisata
baru jadi pantainya bersih. Ternyata warga situ dibagi tiap hari untuk
mengawasi orang-orang agar tidak membuang sampah sembarangan dan juga memungut
sampah yang dibuang orang yang tidak bertanggung jawab. Pokoknya tadi saya
sampai terkagum-kagum. Ikan yang dijual juga masih segar-segar alias baru turun
dari kapal nelayan. Kalau tadi ikut saya ke sana, kita dapat melihat
kapal-kapal nelayan yang banyak yang baru datang dari memancing. Mereka turun
kira-kira 2 km dari pinggir pantai membawa ikan dari atas kapal.
Ikan dimana-mana. Dari yang
jenisnya sering kita lihat sampai yang tidak lazim. Mau tahu? Tadi ada anak
ikan hiu loh dan juga pari yang ukurannya besar. Selain ada ikan, ada juga
sayur, buah dan sandang serta pangan lain yang dijual.
Pasar itu ramai dengan teriakan
para penjual untuk mempromosikan dagangannya. Ada satu teriakan dari ibu
penjual beras yang menurut saya cukup ekstrim. Ibu itu berteriak seperti ini “Beras
mengkilat putih bersih, mengkilat, mengkilat. Langsing, panjang-panjang, masih
panas, masih panas”. Hahaha. Ada juga seorang laki-laki muda yang menjual
kacang dan berteriak “Tiga lima ramas, eh tiga lima ribu” (aduhhh). Pokoknya aneh-aneh
orang yang ada tadi. Saya jadi ingin pergi lagi. Sayangnya saya tidak bawa
handphone ataupun kamera untuk mengabadikan semua yang ada. Kalau saya pergi
lagi, baru saya masukin fotonya yoo.
Komentar