Pertanyaan yang sama
Lagi buat apa? Lagi ngapain? Ada buat apa?
Pertanyaan yang sama yang terus saya lontarkan tapi seperti tertiup angin, hampa tergantung di langit tanpa ada jawaban yang meraihnya. Hmm, mungkin saya salah waktu, salah tempat dan salah memberikan pertanyaan itu pada orang yang kurang tepat. Cukup membuat putus asa. Seakan-akan saya cuma angin yang berhembus kesana kemari. Tak apalah. Saya sudah mulai terbiasa dengan hal seperti ini. Jika nanti kau sesalkan itu, jangan khawatir karena kamu sendiri yang mengajari saya untuk bertingkah laku seperti itu.
Ada satu keyakinan dalam diri saya, bahwa setiap orang akan merasakan hal yang sama seperti yang dialami orang lain walaupun dalam variabel kehidupan yang berbeda. Lihat saja Bill Gates yang percobaannya gagal berulang kali, kegagalannya mirip dengan Thomas Alfa Edison sang penemu lampu. Dan apa yang saya rasakan sekarang, akan kamu rasakan nanti. Saat saya sudah benar-benar tidak ada. Tidak ada untuk menghembuskan semilir kata 'lagi buat apa?' untukmu :)
Pertanyaan yang sama yang terus saya lontarkan tapi seperti tertiup angin, hampa tergantung di langit tanpa ada jawaban yang meraihnya. Hmm, mungkin saya salah waktu, salah tempat dan salah memberikan pertanyaan itu pada orang yang kurang tepat. Cukup membuat putus asa. Seakan-akan saya cuma angin yang berhembus kesana kemari. Tak apalah. Saya sudah mulai terbiasa dengan hal seperti ini. Jika nanti kau sesalkan itu, jangan khawatir karena kamu sendiri yang mengajari saya untuk bertingkah laku seperti itu.
Ada satu keyakinan dalam diri saya, bahwa setiap orang akan merasakan hal yang sama seperti yang dialami orang lain walaupun dalam variabel kehidupan yang berbeda. Lihat saja Bill Gates yang percobaannya gagal berulang kali, kegagalannya mirip dengan Thomas Alfa Edison sang penemu lampu. Dan apa yang saya rasakan sekarang, akan kamu rasakan nanti. Saat saya sudah benar-benar tidak ada. Tidak ada untuk menghembuskan semilir kata 'lagi buat apa?' untukmu :)
Komentar