Pria Khayalan

Mereka itu cuma pria-pria yang hanya bisa saya khayalkan bukan untuk saya miliki. Rasa senang itu relatif kan? Makanya saya tetap senang dan cukup senang walaupun hanya bisa mengkhayalkan mereka. Toh, di kehidupan nyata, saya masih bisa bertemu maupun berkomunikasi via sosmed ataupun short message. Saya ikut senang kalau mereka senang. Karena terlalu akrab, mereka lebih saya anggap sebagai saudara laki-laki saya sendiri. Hahaha Akhirnya rasa suka saya yang dalam artian lebih dari sebagai saudara berubah menjadi rasa suka hanya sebatas saudara. Kalau yang dulunya ketika melihat mereka saya suka salah tingkah tidak karuan, sekarang jadi lebih biasa saja. Mereka kayak tidak punya pesona sedikit pun di mata saya. Ups, sorry Oppa :) Yang paling penting, saya bisa tetap khayalkan mereka, saya bisa tetap berkomunikasi dengan mereka.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sikap di awal April

Sasimhi sushi simelekeme

Jurnal Ilmiah, Apaan Tuh?