Terima Kasih Sahabat


Halo kamu yang disana. Sudah tidur? Ah, saya punya banyak cerita untuk kamu. Ada cerita yang menggembirakan, tapi lebih banyak cerita yang buat saya terus menangis. Lebih tepatnya tidak bisa berhenti menangis. Aneh rasanya, tapi herannya tiap kali ada sesuatu cuma kamu orang pertama yang terbersit dalam pikiran ini.
Hey, masih ingat waktu saya menangis dan kita ke suatu tempat dan melihat laut? Hahaha saya benar-benar merindukan momen itu. Kamu masih sempat mengolok saya karena mata saya yang bengkak. Ingat waktu kamu mengantarkan saya makan tengah malam karena baru pulang kampus dan hampir mati lemas karena kelaparan? Saya masih ingat kamu menunggu saya agar bisa makan sampai habis.
Saya masih ingat ketika saya mimisan dan kamu langsung datang, tapi sayangnya saya malu hingga tidak membukakan pintu untukmu. Dan kamu masih terus menunggu di luar. Maaf jika selama ini merepotkan, maaf tidak menjadi sahabat yang membangun. Tapi terima kasih sudah menjadi sahabat dan saudara yang luar biasa.
Walau terkadang harus menahan rasa jengkel karena rasa cuekmu, saya jadi terbiasa. Saat kamu menyuruh saya berhenti memanggilmu dengan sebutan itu, saya tidak bisa berhenti. Hehehe..terima kasih J

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sikap di awal April

Sasimhi sushi simelekeme

Jurnal Ilmiah, Apaan Tuh?