#KupangBagarak untuk #Rokatenda
Wah, wah sungguh luar biasa rasa
solidaritas dan kepedulian dari pemuda kota Kupang yang tergabung dalam 1
gerakan yaitu #KupangBagarak untuk #Rokatenda. Pasti sudah banyak atau bahkan
masih sangat sedikit yang tahu apa itu Rokatenda. Waktu awal saya bercerita
tentang bencana Rokatenda ke teman-teman kampus, malah ada yang salah
menanggapinya kalau itu adalah tarian daerah dari Manggarai (kalau saya tidak
salah). Yah, memang sih ada Rokatenda untuk tarian daerah dan Rokatenda untuk
Gunung Berapi. Oke kembali ke topik.
Jadi Rokatenda yang mau saya
bahas ini adalah Gunung berapi yang ada di pulau Palue di Maumere. Gunung
Rokatenda ini meletus dengan hebatnya pada Februari 2013 lalu. Dan dari yang
saya dengar kemarin, tanggal 31 itu baru saja terjadi letusan dari gunung
Rokatenda lagi. Akibat letusan itu, ribuan jiwa penduduk Pulau Palue harus
mengungsi ke puluhan lokasi pengungsian di Kabupaten Sikka dan Kabupaten Ende.
Yang mirisnya lagi sudah 6 orang meninggal akibat kelaparan di camp-camp
pengungsian. Dan akibat kurangnya donasi berupa makanan ke tempat pengungsian,
warga disana terpaksa makan kelapa kering yang dicampur dengan daun pepaya.
Coba bayangkan, bagaimana rasanya jika kita makan makanan seperti itu. Dilihat
dari factor gizi saja, itu sangat tidak memenuhi kebutuhan energy di dalam
tubuh. Tapi mau bagaimana lagi, daripada tidak ada apapun yang bisa dimasukkan
ke dalam perut untuk menahan lapar yang terus melilit di perut.
Dari kabar yang saya dengar
bantuan dari pemerintah sangat minim bahkan hampir tidak ada sama sekali.
Sangat miris, bagaimana bisa daerah pimpinan mereka sendiri ditelantarkan
seperti itu. Melihat saudara-saudara yang berkesusahan di Rokatenda sana,
terbentuklah gabungan pemuda kota Kupang yang punya satu kepedulian bernama
#KupangBagarak untuk #Rokatenda digawangi oleh orang-orang hebat yang selama
ini sering berkecimpung di dunia social. Sebut saja om Gusti Brewon, ka Inda
Wohangara, ka Danny DW, om Dody Doohan, Ka Noya dan masih banyak lagi nama-nama
yang turut membantu mensukseskan kegiatan ini.
Awalnya, saya cuma sempat melihat
tweet-tweet senior-senior saya itu di jejaring social Twitter. Dari situ, saya
mulai tergerak dan tertarik untuk turut berpartisipasi. Akhirnya setelah saya
menghubungi om Gusti dan ka Inda mengenai kegiatan ini, diajaklah saya untuk
ikut rapat persiapan di lantai 2 Aula Eltari, tepatnya di kantor penanggulangan
AIDS NTT. Wah, awalnya saya malu. Karena semua yang ada di dalam ruangan itu
sama sekali tidak saya kenal dan baru pertama kali bertemu. Kecuali om Gusti,
kakak sepupu saya Indah Homa dan teman saya yang cerewet Gery Pratama. Akhirnya pada hari jumat kemarin tepat
tanggal 5 April 2013 kami rapat persiapan untuk kegiatan besok malamnya, 6
April 2013 di Alpi Studio dan untuk tanggal 7 April 2013 kemarin di Lasiana.
Sementara rapat ada tiga orang teman cewek lain yang belum saya kenal sedang
membuat kardus untuk kegiatan GESER atau gerakan seribu.
Dari hasil rapat itu
disepakatilah kalau selama kegiatan berlangsung akan dijalankan kotak GESER ke
pengunjung yang datang, baik di Alpi studio maupun di Lasiana nantinya.Juga aka
nada penjualan baju kaos dari B64 yang mana dijual Rp. 80.000 free pin. Dengan
membeli baju tersebut, kita sudah langsung menyumbangkan Rp. 10.000 untuk
pengungsi Rokatenda. Baju B64 itu hasil karya asli buatan anak NTT sendiri loh,
digawangi sama Kak Ino. Atau bisa juga
membeli pin seharga Rp. 5.000 dan uang Rp. 5.000 itu utuh-utuh disumbangkan ke
pengungsi di Rokatenda. Untuk kegiatan di Alpi sendiri dimulai pukul 19.00 WITA.
Pengunjung yang datang pun sangat banyak dan sangat pasritifpatif. Ada admin
stand up comedy dan para comic yang turut berpartisipasi hadir menghadirkan
guyonan mereka yang membuat satu Alpi tertawa sampai perut melilit, ada juga
Kak Putri pemeran utama dari film ‘Atambua 69 derajat’ yang disutradari sama
Mira Lesmana, dan penampilan-penampilan keren dari band-band yang tampil di
Alpi studio.
Acara di Alpi studio dibuka sama
MC yang paling cerewet sejagat raya (heheh..) namanya Gery Pratama. Pengunjung
yang hadir pun banyak, ada geng motor juga loh! Tapi saya kurang tahu itu geng
motor apaan. Setelah acara dibuka ada penampilan dari Super Wow Band (ini nama
karangan yang dikasih Gery ke mereka, kagak tahu nama asli apaan) disusul sama
penampilan regae dari Nitu Rasta dan juga dari Ka Kevin dkk dari H2K. Sumpaaah,
suara mereka keren-keren. Saya yang tidak suka regae saja langsung jatuh cinta
sama music regae (heheh…lebay). Terus ada pembacaan puisi sama Ka Dody Doohan
untuk Rokatenda dan penampilan comic-comic Stand Up Comedy Kupang. Sambil acara
berlangsung kotak GESER tetap dijalankan. Ada yang carinya sampai Eltari,
perempatan lampu merah dekat Mercusuar dan di depan Alpi Studio. Acaranya
sendiri berlangsung hingga larut malam.
Besoknya itu, yang acara di
lanjutkan di Lasiana, tepatnya di depan OCD Beach Caffe. Acara sendiri dimulai
dari jam 10 sampai selesai (kalau tidak salah pukul 18.00 WITA). Untuk di
Lasiana sendiri mengusung tema yang berbeda dengan yang diadakan pada Alpi
studio kemarin. Nama kegiatan untuk yang di Lasiana sendiri mengusung tema :
ROCK-@-TENDA. Dimana diadakan konser amal di bawah tenda untuk pengungsi
Rokatenda. Kegiatannya lebih seru dari kemarin. Selain ada konser di depan OCD
Beach Caffe, teman-teman ngamen berjalan mengelilingi kawasan Lasiana sambil
membawa kotak GESER pastinya. Selain itu di pintu masuk Lasiana, ada nona-nona
kardus yang berdiri di bawah terik matahari siang sambil tersenyum dan memegang
kotak GESER (huaahh, lebay).
Spesialnya lagi nih, acara
ROCK-@-TENDA kedatangan Andy Noya. Itu loh presenter terkenal sejagad raya
Indonesia yang membawakan acara Kick Andy Show.Wah, dahsyat sekali dan super
seru pokoknya kemarin. Beliau sebenarnya sedang melakukan shutting di pantai
Lasiana. Nah, melihat hal itu oleh senior-senior saya dimintalah untuk
‘singgah’ ke acara ROCK-@-TENDA. Langsung saja hal ini disambut dengan antusias
sama pengunjung yang hadir di Lasiana khususnya di OCD Beach Caffe. Setelah
ramah tamah dan lain-lainnya acara di lanjutkan sampai selesai. Oh iya, selama
acara, MC terus mengupdate total dana yang di dapat. Untuk 2 hari kegiatan
kemarin total dana yang terkumpul sudah 10 juta rupiah. Wah, hebat. Terima
kasih untuk yang sudah membantu. Tuhan memberkati.
Komentar