Jurnal Ilmiah, Apaan Tuh? part 4


Enam Kebiasaan Positif

Berikut enam kebiasaan positif yang perlu dikembangkan supaya terbiasa membuat artikel jurnal.

    Membaca adalah gudangnya ilmu pengetahuan. Semakin sering membaca artikel jurnal, kamu semakin terlatih memahami isinya.
  
      Berlangganan jurnal. Nggak ada salahnya menyisihkan sebagian uang jajan untuk berlangganan jurnal yang sesuai dengan bidang studi kamu. Dengan berlangganan jurnal, kamu bisa mendapatkan ide penelitian, tips apa saja yang menarik, termasuk cara bagaimana mengerjakannya.

     Ikut pelatihan. Menulis artikel jurnal itu berbeda sama sekali dengan menulis karangan lepas. Ada sejumlah standard an aturan yang harus kita ikuti. Universitas Indonesia biasanya melakukan pelatihan semacam ini, atau disebut klinik jurnal. Pesertanya harus membawa draft awal, setelah itu akan dikupas detil di mana kesalahan, kekurangannya dari bagian awal sampai akhir.

     Research questions. Menurut Ketua LPPM Universitas Katolik Parahyangan, Pak Budi, mahasiswa harus punya research question. Kalau mahasiswa bisa merumuskan research question, maka dia akan termotivasi mencari jawaban dari pertanyaannya itu. Dengan demikian, mau tidak mau dia harus melakukan penelitian.
   
    Berpikir dan bertanya kritis. Sering dianggap cari muka, padahal kebiasaan ini adalah modal utama seorang ilmuwan. Sampaikan apa yang kamu pikirkan dengan jelas, data yang akurat, dan sumber yang jelas, jangan cuma cuap-cuap.

     Berikan insentif. Kalau yang ini bukan bagian kamu. Tapi bagiannya Pak Rektor atau bos di institusi kamu. Untuk merangsang penelitian, ada baiknya diberikan insentif kepada siapa saja yang bisa mempublikasikan artikel ilmiah di jurnal nasional maupun internasional. 

     Sumber : Campus Life edisi April 2012 (Vol. 1 nomor 13)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sikap di awal April

Sasimhi sushi simelekeme

Jurnal Ilmiah, Apaan Tuh?