Cerbung bagian 2

Ah, ternyata cuma makhluk kecil.
Rambut-rambut di badanku berdiri, ada sedikit rasa jijik.
Tiba-tiba ia lari mendekat, berhenti, menatapku dalam-dalam.
'Sedang apa kau di sini?'
Sontak aku melompat kaget. Makhluk itu berbicara, yah dia berbicara padaku
Berulang kali aku mengucak mata yang tak perih ini.
Ah, dia masih di sana dan masih terus menatapku. Aku masih terdiam, melongo.

'Kau tuli? Bisu? Tidak bisa menjawab yang ku tanyakan?'
Dia berkata lagi dan aku masih terus menatapnya heran.
Setahuku cuma makhluk yang disebut manusia yang 'benar-benar' bisa 'bicara'.
Dengan sedikit keraguan aku menjawab, 'Aku di kurung oleh orang-orang itu.'

'Ikut aku', dia berkata lagi seraya berjalan menuju tumpukan kotak-kotak tua dan lusuh di ujung gudang.
Ada secercah sinar warna-warni di sana. Dan . . .

(bersambung)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sikap di awal April

Sasimhi sushi simelekeme

Jurnal Ilmiah, Apaan Tuh?