Matahari

Hai Matahari...
Apa kabarmu di sana?
Tak pernah lelahkah kamu terus menyinariku
Saat angin mulai bosan melambaikan daun, kau tetap dengan teguhnya menyorotkan cahaya kekuningan di sekujur tubuhku
Membiaskan bayangan tubuh yang ceking ini

Hari ini aku memikirkanmu Matahari
Kangen? Bukan, tapi rindu..
Ah, tapi sama saja menurutmu
Ada segumpal perasaan bersalah karena merutuki temperatur yang meningkat karena cahayamu
Maafkan aku Matahari...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sikap di awal April

Sasimhi sushi simelekeme

Jurnal Ilmiah, Apaan Tuh?