Welcome Tinjil Island



Wow, it’s so amaze. Ya, sudah 2 hari saya berada di Pulau Tinjil. Letaknya kurang lebih 16 km dari base camp kami yang ada di Banten. Perjalanan kami tempuh selama 2 jam dengan menggunakan perahu ukuran besar. Dan tahu tidak, lautan yang kami lewati adalah lautan selatan jadi bisa dibayangkan betapa ngerinya ombak. Rasa-rasanya saya kayak mau dihempaskan dan ditenggelamkan ke laut. Untungnya sebelum jalan saya disaranin dan diberikan antimo alias obat anti mabuk sama teman saya Sera. Obatnya lumayan mempan sih. Oh ya, dari Base camp di Banten kami berangkat tepat pukul 08.00 WIB dan sampai di pulau Tinjil pukul 11.00 WIB.

Finally, setelah melewati perjalanan yang luar biasa FANTASTIS kami sampai di Pulau yang kalau mau dibilang masih sangat virgin. Indah banget pulaunya, dengan pasir putih yang halus terhampar luas di pinggiran pulau, lautnya yang jernih dan bersih berpadu sama hijaunya pepohonan tinggi yang beraneka ragam. Walaupun masih dalam keadaan seperti motion sickness tapi keindahan pulau ini jadi buat kita melupakan semuanya (hiperbolis amat). 

Jadi di Pulau ini, kita punya 5 pondok untuk di tinggali dan 1 gedung yang lumayan luas buat dapur, ruang diskusi, ruang makan sama 2 kamar tamu. Air disini sangat terjangkau, begitu juga sinyal. Yang tidak terjangkau sih ‘snack’nya. Luas pulau ini sekitar 600 Ha dan hewan-hewan yang ada disini seperti monyet ekor panjang (Macaca fascicularis), biawak (Varanus salvator), tikus, kelelawar berbagai ukuran, ular dan berbagai jenis burung. Di sekitar base camp kami, biawak dan monyet ekor panjang berkeliaran dengan bebasnya. Awalnya terlihat mengerikan, tapi lama-kelamaan kami jadi terbiasa dengan keadaan seperti ini, atau bisa dibilang sih menyatu banget sama alam. 

Di sini saya sekamar dengan Agni, teman saya dari Pendidikan Biologi-Universitas Sebelas Maret. Sayang sekali harus berpisah dengan Sera. Soalnya sekamar cuma bisa berdua. Di sini juga ada staff yang bertugas ‘menjaga pulau’ seperti memberi makan monyet, dan lain sebagainya, jumlahnya kurang lebih 19 orang tapi tidak semuanya selalu ada lengkap di pulau ini.

Hari-hari kami dilewati dengan memperhatikan aktivitas dan tingkah laku dari monyet ekor panjang, kuliah dan menjelajahi hutan untuk melihat region atau area tempat tinggal dari monyet ekor panjang. Yah, karena hari ini saya online di gazebo dan lupa kamera jadi saya belum bisa masukkan foto-foto selama saya di sini. Besok saja yaa…

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sikap di awal April

Sasimhi sushi simelekeme

Jurnal Ilmiah, Apaan Tuh?