Sahabat, ingatan dan pohon




Masih ingatkah sahabat?
Saat kita membuat semua cerita kita di bawah pohon itu
Tertawa, tangisan, dan amarah

Makhluk ciptaan Tuhan yang terpaku
Melihat kita bercengkerama bagai anak burung yang ‘bersarang’ di pohon itu
Tumbuh dan mencari jati diri di bawah pohon itu

Dan semakin kita beranjak dewasa
Ketika ‘sayap’ begitu kuat untuk terbang jauh
Kita pergi meninggalkannya yang setia mendengar semua suara kita

Jangan lupakan pohon itu
Jangan lupakan dia yang setia menatap dan mendengar
Dia yang jadi kenangan persahabatan kita
Selamanya . . .



Untuk sahabatku tersayang (the chudlley canoon)
Christina Mega Putri Komar
Sherly Oktavia Bouk

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sikap di awal April

Sasimhi sushi simelekeme

Jurnal Ilmiah, Apaan Tuh?